Minggu, 15 Maret 2015

Sabtu Malam



Sabtu malam seorang hawa terpaku membungkam
Sepasang bolamatanya memandang awan hitam
Membiaskan kisah kelam
Kau
Menerjemahkan sorot matanya
Hasrat terbelenggu katamu
Yang lara seraya terpenjara
Ada apa dengannya? sukmamu menanya
Sedang dirinya tetap berdialog dengan malam
Insan Tuhan itu memasang rupa suram
Dan kau masih disana dengan diam
Hingga bulan jenuh mengintipmu
Kau tetap disana seraya bersembunyi
Dan si bundar bercahaya berbisik kejam padamu
Tak sekalipun ia akan jadi kisahmu
Bisik purnama pada dirimu yang termangu
Jakarta, 14 Maret 2015