Jumat, 17 April 2015

Buku Antologi kedua ( Untaian Tirai Musim )



         

Judul : Untaian Tirai Musim
Penulis : Osella - Mita Putri Indrayanti - Anggi Ermona - Leni Siswati - Nur Wahida Batalipu - Aoirisuka - Yoni Prawardayana - Tegar Setiadi Dwi Amrulloh - Prapti Rahayu Ningtias - Ulul Ilmi - Wanda Hijriani H - Alis Maharani - Asri Hanifah Putri - Elisa Dana Lestari - Lia Vandona - Yadi Karyadipura - Aridanti Hanifah - Nola Dewanti - Nitha Reva - EL Malka - Nurul Oktavia - Natasia Deva - Nathania Christabel Gunawan - Dika Mustika - Nenny Makmun - Daisy Wu - Aufa Vicka - Najmia Adis - Andi Nurul Azizah Tenrilili - Lilis Setiawati - Arial Ratih
ISBN : 978-602-284-034-3

Layout : Rahmi Afzhi W.
Editing : Rahmi Afzhi W.
Cover : Arial Ratih
Harga : Rp 53.000 (kontributor), Rp 55.000 (umum)
Jumlah halaman : 301 halaman


Rabu, 01 April 2015

Untuk Seorang Gadis Yang Sedang Berjalan Jauh



Tak pernah terbayangkan olehku, seorang gadis yang selalu punya ambisi yang menyala-nyala ternyata bisa dengan mudah terpikat oleh paras rupawan dari seorang pria yang usianya dua tahun lebih dewasa darinya. Tak ada yang spesial dari pria tersebut, namun yang jelas pria yang bermahkotakan rambut ikal tersebut telah berhasil menyeret si gadis ke sebuah jalan yang berhiaskan duri di sepanjang jalannya.
            Tak ada yang tahu pasti  sampai kapan duri itu tiada, namun setidaknya si gadis yang ternyatanya naif tersebut tahu persis kemana tujuannya. Walau ia tahu bahwa jalan yang ia tempuh nantinya akan gelap dan mungkin akan semakin pekat gelapnya bila ia terus mengayunkan kakinya lebih jauh lagi, namun ia tetap tak perduli, ia terus melangkah tanpa tahu bahwa akan ada banyak persimpangan yang justru akan membuatnya terjebak di jalan yang salah atau mungkin justru terperangkap di sebuah jalan yang buntu laksana lingkaran yang tak pernah kenal awal dan akhir.
            Entah si gadis terlalu naif atau mungkin ia benar-benar sudah kehilangan akal sehatnya, namun ia pernah berkata bahwa lelaki tersebut adalah navigatornya. Sudah pasti pernyataan si gadis “ bodoh “ itu bertentangan dengan logikaku, sebab bagaimana mungkin seorang pria yang belum bisa ia jamah dapat dijadikannya sebagai petunjuk arah?
            Kurasa hasrat si gadis itu sudah membakar habis seluruh ambisinya, karena yang terlihat di matanya kini hanyalah sebuah impian fiksi yang dibalut indah dengan setumpuk harapan
Dua puluh satu menit sebelum menjelang ulang tahunmu