Tak pernah terbayangkan olehku, seorang gadis yang
selalu punya ambisi yang menyala-nyala ternyata bisa
dengan mudah terpikat oleh paras rupawan dari seorang pria yang usianya dua
tahun lebih dewasa darinya. Tak ada yang spesial
dari pria tersebut, namun yang jelas pria
yang bermahkotakan rambut ikal tersebut telah berhasil menyeret si gadis ke
sebuah jalan yang berhiaskan duri di sepanjang jalannya.
Tak
ada yang tahu pasti sampai kapan duri
itu tiada, namun setidaknya si gadis yang ternyatanya naif tersebut tahu persis
kemana tujuannya. Walau ia tahu bahwa jalan yang ia tempuh nantinya akan gelap
dan mungkin akan semakin pekat gelapnya bila ia terus mengayunkan kakinya lebih
jauh lagi, namun ia tetap tak perduli, ia terus melangkah tanpa tahu bahwa akan
ada banyak persimpangan yang justru akan membuatnya terjebak di jalan yang
salah atau mungkin justru terperangkap di sebuah jalan yang buntu laksana
lingkaran yang tak pernah kenal awal dan akhir.
Entah
si gadis terlalu naif atau mungkin ia benar-benar sudah kehilangan akal
sehatnya, namun ia pernah berkata bahwa lelaki tersebut adalah navigatornya.
Sudah pasti pernyataan si gadis “ bodoh “ itu bertentangan dengan logikaku,
sebab bagaimana mungkin seorang pria yang belum bisa ia jamah dapat dijadikannya
sebagai petunjuk arah?
Kurasa
hasrat si gadis itu sudah membakar habis seluruh ambisinya, karena yang
terlihat di matanya kini hanyalah sebuah impian fiksi yang dibalut indah dengan
setumpuk harapan
Dua puluh satu menit sebelum menjelang ulang tahunmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar