Kamu kamu
dan hanya kamu yang selalu ada di benak ku. Entah mengapa segala tentangmu
tiba-tiba saja muncul di memori otak ku. Senyummu, wajah seriusmu, tiba-tiba
saja mengacaukan seluruh sel-sel impuls di otak ku. Jujur sangat sulit bagiku
untuk mendeskripsikan bagaimana perasaan ini, bahkan dalam jutaan bahasa pun
aku masih saja tak sanngup.
Ah..aku
ingat sekali ketika pertama kali aku menatapmu. Parasmu yang teramat rupawan
itu langsung bisa menyihirku, terlebih lagi ketika kamu sedang tersenyum, ah…
senyummu itu benar-benar menyejukan. Aku tahu kamu hanya salah satu dari
milyaran makhluk ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna, tapi sungguh kesempurnaan
fisikmu itu benar-benar membuatku hampir gila. Namun bukan hanya kesempurnaan
fisikmu saja yang kukagumi, sifatmu yang lebih banyak diam itu ternyata semakin
membuatku penasaran terhadap sosokmu.
Aku ingat
ketika ku beranikan diriku untuk berbicara kepadamu. Saat itu, aku sengaja meminjam
pulpenmu hanya untuk bisa mendengar suaramu saja. “ ini “ kata pertama yang kamu lontarkan kepadaku. Walau hanya satu
kata, namun entah mengapa aku merasa seperti mendengar alunan simphoni yang sangat indah, mungkin ini sangat berlebihan bagimu,
namun begitulah yang kurasakan.
Aku ingat
ketika bola mata kita saling bertemu saat kamu memberikan pulpenmu kepadaku,
dan dalam beberapa detik saat itu, kunikmati sorot matamu yang tajam. Bisa
mentapmu dalam jarak sedekat itu adalah salah satu anugrah bagiku. Oh..ya tadi
pagi aku sempat melihatmu sedang menaiki motor. Dari kejauhan kuperhatikan gerak-gerikmu
saat menaiki motor, dan kalau ku perhatikan baik-baik caramu menaiki motor,
ternyata tak jauh beda dengan pembalap dunia favoritku. Ah.. lagi–lagi kamu
menyihirku dengan pesonamu.
Oh..iya aku
baru ingat ketika kamu melaju melewatiku ternyata kamu memakai baju dengan
warna yang sama dengan warna baju yang tadi kupakai. Mungkinkah itu pertanda
bahwa kita berjodoh di masa depan? Ah.. sudahlah hiraukan saja kata-kata ku
tadi, aku tahu itu terkesan menjijikan bagimu. Hmm.. tapi kamu mana mungkin
membaca tulisan ini, ah.. tapi tak apalah, yang jelas tulisan ini tetap kubuat
khusus untukmu yang telah membuat perasaan aneh di hatiku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar