Minggu, 06 Juli 2014

Kamu

            Kamu kamu dan hanya kamu yang selalu ada di benak ku. Entah mengapa segala tentangmu tiba-tiba saja muncul di memori otak ku. Senyummu, wajah seriusmu, tiba-tiba saja mengacaukan seluruh sel-sel impuls di otak ku. Jujur sangat sulit bagiku untuk mendeskripsikan bagaimana perasaan ini, bahkan dalam jutaan bahasa pun aku masih saja tak sanngup.
            Ah..aku ingat sekali ketika pertama kali aku menatapmu. Parasmu yang teramat rupawan itu langsung bisa menyihirku, terlebih lagi ketika kamu sedang tersenyum, ah… senyummu itu benar-benar menyejukan. Aku tahu kamu hanya salah satu dari milyaran makhluk ciptaan Tuhan yang nyaris sempurna, tapi sungguh kesempurnaan fisikmu itu benar-benar membuatku hampir gila. Namun bukan hanya kesempurnaan fisikmu saja yang kukagumi, sifatmu yang lebih banyak diam itu ternyata semakin membuatku penasaran terhadap sosokmu.
            Aku ingat ketika ku beranikan diriku untuk berbicara kepadamu. Saat itu, aku sengaja meminjam pulpenmu hanya untuk bisa mendengar suaramu saja. “ ini “ kata pertama yang kamu lontarkan kepadaku. Walau hanya satu kata, namun entah mengapa aku merasa seperti mendengar alunan simphoni yang sangat  indah, mungkin ini sangat berlebihan bagimu, namun begitulah yang kurasakan.
            Aku ingat ketika bola mata kita saling bertemu saat kamu memberikan pulpenmu kepadaku, dan dalam beberapa detik saat itu, kunikmati sorot matamu yang tajam. Bisa mentapmu dalam jarak sedekat itu adalah salah satu anugrah bagiku. Oh..ya tadi pagi aku sempat melihatmu sedang menaiki motor. Dari kejauhan kuperhatikan gerak-gerikmu saat menaiki motor, dan kalau ku perhatikan baik-baik caramu menaiki motor, ternyata tak jauh beda dengan pembalap dunia favoritku. Ah.. lagi–lagi kamu menyihirku dengan pesonamu.
            Oh..iya aku baru ingat ketika kamu melaju melewatiku ternyata kamu memakai baju dengan warna yang sama dengan warna baju yang tadi kupakai. Mungkinkah itu pertanda bahwa kita berjodoh di masa depan? Ah.. sudahlah hiraukan saja kata-kata ku tadi, aku tahu itu terkesan menjijikan bagimu. Hmm.. tapi kamu mana mungkin membaca tulisan ini, ah.. tapi tak apalah, yang jelas tulisan ini tetap kubuat khusus untukmu yang telah membuat perasaan aneh di hatiku.

Tidak ada komentar: