Kamis, 24 Juli 2014

Rinduku



Malam semakin larut, hembusan angin juga semakin menyergapku, dan nampaknya bulan sabit yang sedari tadi menghiasi langit juga sudah mulai jenuh menemaniku. Ah.. tempat ini benar-benar berhasil menyeret fikiranku untuk kembali mengingat kenangan itu. Yah, kenangan itulah yang kini membuat rasa rinduku semakin memuncak, bahkan aku pun tak mampu mengingat apapun kecuali kamu dan juga kenangan itu. Perhatian mu lah yang menyebabkan rasa rinduku kian membabi buta. Yah, semua perhatian yang pernah kamu berikan padaku tiba-tiba saja menimbulkan gejolak aneh di dadaku, lalu gejolak aneh itu berevolusi menjadi sebuah rasa yang entah harus ku sebut apa, dan secara perlahan rasa itu pun menetes semakin parah dan akhirnya rasa itu pun mulai mengisi labirin hatiku yang kosong. Aku tau, aku ini hanyalah seorang wanita lugu yang diam-diam menyimpan perasaan terlalu dalam padamu dan hanya berani mengungkapkannya lewat tulisan membosankan ini, tapi sayangku perasaan ini sudah terlanjur tumbuh. Maaf, sudah lancang memangilmu dengan sebutan “ sayang “, sudah abaikan saja kata sayang itu.
Dulu, kamu sering mengajak ku ke tempat ini, tempat yang hanya dihiasi oleh senyum rembulan dan juga taburan bintang. Mungkin tempat ini tak semahal restoran kelas atas, tapi berkat senyummu yang memukau, sorot matamu yang teduh, bibirmu yang sangat ingin kurasakan, dan juga perhatianmu yang menghangatkan, tempat ini terasa mahal bagiku. Namun semua itu hanya rekaman manis di masa lalu, aku tau kamu sudah lupa tentang tempat itu dan mungkin juga kamu sudah lupa dengan ku .
            Ah.. kali ini aku berada di titik terlemah seorang wanita, aku tak bisa menyingkirkan tentangmu dengan cara apapun, bahkan dalam mata terpejam pun sosokmu masih bisa kulihat dengan jelas, kini rinduku benar-benar sudah merasuki seluruh hidupku. Mungkin benar yang dikatakan orang-orang padaku, bahwa aku sudah melangkah terlalu jauh untuk memilikimu.

4 komentar:

Unknown mengatakan...

Nola

lupa napa sama gwa -_-

mampir Blog gwa dong sib-otaku.blogspot.com

Fajar Muhammad Rivai mengatakan...

Menyentuh hati sekali isinya

Unknown mengatakan...

whaha makasih ya :)

Fajar Muhammad Rivai mengatakan...

Iya, sama-sama :)
Jangan lupa ya follow http://fajarinlander.blogspot.com