Ada
Kristal yang mencair
lembut di pipiku
Dan luka terus
mengiris tajam sisa hati yang terkelupas
Ada
Kisah yang perlahan tertulis di dadaku
Sebuah gumpalan luka yang terlanjur
menjadi paragraf
Ada
Cemas yang melilit
rasa itu
Sementara waktu
berdetak dengan lambat
Seolah mencari-cari
yang telah pergi
Ada
Kalimat yang tersimpan di balik
bibirku
Sedang ingatan diam-diam berlayar
tanpa arah
Ada
Rembulan yang
menggantung di matamu
Memaksa mataku untuk
melihat bias sinarmu
Jakarta, 02 Mei 2015
Tidak ada komentar:
Posting Komentar