Minggu, 03 Mei 2015

Ada

Ada
Kristal yang mencair lembut di pipiku
Dan luka terus mengiris tajam sisa hati yang terkelupas
          Ada
          Kisah yang perlahan tertulis di dadaku
          Sebuah gumpalan luka yang terlanjur menjadi paragraf
Ada
Cemas yang melilit rasa itu
Sementara waktu berdetak dengan lambat
Seolah mencari-cari yang telah pergi
          Ada
          Kalimat yang tersimpan di balik bibirku
          Sedang ingatan diam-diam berlayar tanpa arah
Ada
Rembulan yang menggantung di matamu
Memaksa mataku untuk melihat bias sinarmu

Jakarta, 02 Mei 2015

Tidak ada komentar: