Rio Sang Pendongeng Cilik
Oleh
: Nola Dewanti
“ Lalu Tuan Brokolito berhasil
menyelamatkan Nona Apelia
dan mereka pun kembali menjadi sahabat seperti dulu “ ujar Rio mengakhiri
dongengnya seraya mencium kening
adiknya yang sedang
tertidur pulas.
Ini sudah menjadi kebiasaan Rio
untuk menceritakan sebuah dongeng kepada adiknya sebelum tidur. Biasanya hal
ini dilakukan oleh Ayahnya, tapi semenjak Ayahnya meninggal, Rio lah yang
bertugas untuk mendongeng. Namun seringkali ketika Rio menceritakan dongeng
kepada adiknya, ia justru mengingat masa-masa dimana Ayahnya hidup dulu dan hal
ini membuat Rio merasa sedih.
Dan keesokan harinya ketika jam
istirahat tiba seluruh siswa di kelas Rio heboh membicarakan tentang lomba Tunjukan Bakatmu yang akan diselenggarakan
minggu depan, tapi Rio sendiri enggan untuk ikut ke acara tersebut.
“ Rio nanti kamu akan menunjukan bakat
apa untuk acara minggu depan? “ tanya Dimas kepada Rio
“
Ah, aku malas ikut acara tersebut! “
“ Lho! acara tersebut kan
wajib diikuti oleh siswa kelas IV, apa kamu tidak dengar apa yang dikatakan Bu
Sarah tadi? “
“ Iya sih! tapi masalahnya aku tidak tahu bakat apa yang akan aku
tampilkan, memangnya kamu akan menampilkan apa Dimas? “
“ Kalau aku sih menyanyi, nanti aku akan menyanyikan lagu Bunda untuk Ibuku “
“ Wah! pasti Ibumu sangat bangga padamu, tapi aku rasa aku tidak
punya bakat apa-apa deh Dimas,
kalaupun menyanyi aku juga tidak bisa, aku kan
tidak suka menyanyi “ ujar Rio tidak bersemangat
“ Aku yakin kamu pasti punya bakat
Rio, hanya saja kamu tidak menyadarinya, coba kamu ingat-ingat hal apa yang
paling kamu gemari? “ tanya Dimas dengan semangat
“ Ehm..??” Sejenak Rio berfikir
“ Mendongeng, aku senang sekali
mendongeng untuk adikku! “ seru Rio
“ Nah! Berarti kamu sudah tahu bakat kamu apa, tinggal kamu berlatih deh! “
“ Kalau begitu terimakasih ya Dimas
karena telah menyemangatiku untuk ikut acara tersebut “ ujar Rio sumringah
Rio yang awalnya tidak tertarik
untuk ikut ke acara tersebut akhirnya menjadi sangat bersemangat sekali, ia pun
terus berlatih dan berlatih agar bisa menampilkan yang terbaik untuk acara
tersebut. Namun Ibu
Rio justru tidak bisa hadir untuk menyaksikan
penampilan Rio di acara tersebut, lantaran ada urusan pekerjaan , padahal Rio sangat berharap sekali agar Ibunya bisa
hadir untuk menyaksikan bakatnya di atas panggung nanti, dan hal ini membuat Rio sangat kecewa
bahkan hingga acara Tunjukan Bakatmu berlangsung
Rio masih saja terlihat murung.
“ Ini dia kita sambut peserta
berikutnya Rio dari kelas IVB!! ” ujar Bu Sarah
yang diikuti dengan tepuk tangan meriah dari para penonton
Rio melangkah menuju ke atas
panggung, namun ketika Rio sudah diatas panggung entah mengapa mulutnya seakan
tidak bisa bergerak, terlihat ada raut kekecewaan di wajah Rio saat itu.
“ Rio ayo mulai!! “ ujar Bu Sarah
dengan suara yang rendah
Tapi Rio tidak menanggapi perkataan
Bu Sarah, ia tetap diam di atas panggung dan perlahan ada tetes air mata yang
mengalir di kedua bolamata Rio.
“ Rio ingin ibu ada disini “ pinta
Rio dalam hati
“ Rio kamu pasti bisa! “
Terdengar ada suara seorang wanita
dari kejauhan dan perlahan Rio menyadari bahwa suara tersebut adalah suara
milik Ibunya. Lalu mata Rio langsung tertuju ke arah penonton dan betapa
terkejutnya ia, ketika ia berhasil mendapati Ibu serta adiknya yang sedang
tersenyum ke arahnya, dan segera saja Rio meyeka air matanya dan ia pun
perlahan mulai mendongeng.
“....
Pangeran Bima berhasil menyelamatkan Putri Kejora dari serangan Dewi Elektra,
lalu mereka kembali ke istana dan Pangeran Bima serta Putri Kejora pun hidup
bahagia untuk selamanya “ ujar Rio mengakhiri dongengnya
Lalu satu per satu siswa berikutnya
pun tampil untuk menunjukkan bakatnya diatas panggung, seperti menyanyi,
bermain drum, akting dan lain sebagainya yang banyak menarik perhatian dewan
juri serta penonton. Hal ini membuat Rio sedikit khawatir, ia takut penampilannya
tadi mengecewakan Ibunya, namun disisi lain Rio masih berharap agar penampilannya
tadi memperoleh kemenangan agar bisa membuat bangga Ibunya.
Setelah semua siswa tampil untuk
menunjukkan bakatnya, tibalah waktunya untuk Bu Dewi selaku perwakilan dari
dewan juri untuk mengumumkan pemenang lomba Tunjukan
Bakatmu.
“ Baiklah tibalah saatnya untuk saya
mengumumkan pemenang dari Lomba Tunjukkan Bakatmu, mohon perhatian sebentar ya
Ibu, Bapak serta anak-anakku tercinta! Baik, untuk juara ketiga dimenangkan
oleh Kamelia dari kelas IVA dengan bakat aktingnya! dan untuk juara keduanya
dimenangkan oleh Bayu dari kelas IVA dengan bakat bermain drumnya! , dan untuk
juara satunya adalah....!” ujar Bu Dewi seraya memberi jeda sejenak
“ Dan juara satunya adalah Dimas dari kelas
IVB dengan bakat menyanyinya! “ ujar Bu Dewi yang diiringi oleh tepuk tangan
dari para penonton.
Betapa kecewanya Rio ketika ia
mendengar bahwa Dimas lah yang mendapatkan juara satu, namun sebisa mungkin Rio
berusaha untuk tidak menangis, dan tak berapa lama kemudian Bu Dewi kembali
mengumumkan sesuatu.
“ Serta ada satu lagi juara untuk
Bakat terfavorit yang dimenangkan oleh siswa dari kelas IVB yaitu Rio!! dan
untuk para pemenang dimohon untuk naik ke atas panggung agar menerima piagam
penghargaan! “ Seru Bu Dewi yang kembali diikuti oleh tepuk tangan meriah dari
penonton
Rio
tdak menyangka bahwa ia akhirnya mendapatkan juara dengan bakat mendongengnya
tersebut, lalu dengan wajah yang bahagia
ia pun melangkah menuju ka atas panggung, tapi ketika sesampainya di atas
panggung tiba-tiba saja ada suara yang memanggilnya
“ Rio Sang pendongeng Cilk! Ibu
sangat bangga padamu !! “ teriak Ibu Rio seraya bertepuk tangan
Lalu Rio pun tersenyum ke arah
Ibunya dan semenjak itu Rio berjanji untuk selalu membuat Ibunya bangga
terhadap dirinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar