Bulan enggan
tuk merayu
Kerlipan bintang tak
lagi ayu
Malam makin pekat
Hembusan angin
menunjukkan arogansinya
Dingin, sunyi, sepi
Melodi sendu telah ku
lantunkan
Namun semua acuh,
angkuh
Ini bukan tumpukan
kata yang hanya berhias majas ataupun diksi
Bukan fantasi yang
berlandaskan intuisi
Tapi ini hanya tentang
aku
Aku tersesat dan
buta akan arah
Aku lelah
mencari celah
Aku hancur lebur
dan tercerai berai
Aku terdampar di
sebuah kotak yang sudutnya teramat asing untukku
Mauku melangkah namun
lemah selalu mengiringi
Meronta pun engkau
masih segan tuk menoleh
Ah . . haruskah ku
meradang hanya untuk dapat belai
kasihmu?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar