Karangan Teks Eksposisi
Manfaat Handphone Untuk Pelajar
Kemajuan
teknologi komunikasi telah banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Salah bukti kemajuan teknologi komunikasi
adalah dengan diciptakannya benda bernama Handphone. Handphone
sendiri adalah sebuah teknologi yang diciptakan oleh manusia untuk mempermudah komunikasi. Dan di zaman serba
teknologi seperti sekarang ini, handphone atau ponsel bukanlah barang asing
bagi siapapun. Bahkan, anak-anak kecil pun sudah banyak yang bermain dengan
handphone. Terlebih lagi, di kurikulum 2013 seperti saat
ini, handphone adalah benda yang cukup berperan penting dalam proses belajar
bagi para siswa. Berikut ini beberapa manfaat handphone bagi pelajar :
- Sebagai alat komunikasi jarak jauh, handphone menjadi andalan siswa untuk berinteraksi dengan teman-temannya. Hal ini bisa mempermudah siswa untuk mengkoordinasi teman-temannya bila ingin belajar kelompok atau mengerjakan tugas bersama. Handphone diciptakan untuk memudahkan kehidupan, dan sudah terbukti bahwa hidup siswa pun memang cukup terbantu oleh keberadaan handphone. Misalnya, di luar jam sekolah, siswa bisa berkomunikasi dengan temannya untuk menanyakan materi tugas atau PR tanpa harus keluar rumah yang bisa menghabiskan banyak waktu. Selain itu, Handphone bisa menyimpan suatu data dan mudah dibawa kemana-mana, ini tentu sangat berguna. Manfaat handphone bagi siswa berdasarkan hal ini misalnya siswa bisa mencatat materi pelajaran dan bisa menghapalnya di mana pun dan kapan pun. Contoh lain, siswa bisa mencatat beberapa informasi penting dan menyimpannya dalam HP, misal pengumuman ujian, suatu materi yang sedang disampaikan.
- Tidak hanya dalam bidang pelajaran, handphone juga memiliki fitur-fitur hiburan, seperti musik (MP3) atau game. Fitur ini bisa menghibur para siswa yang mungkin penat saat belajar. Dengan demikian otak siswa akan kembali segar dan mampu menampung materi pelajaran dengan baik.
- Saat ini telah banyak diproduksi handphone berfitur internet. Hal ini cukup memudahkan para siswa untuk mencari informasi tentang materi pelajaran lewat internet yang sudah tersedia di handphone. Dalam hal ini, layanan internet akan membantu siswa dalam menemukan informasi yang dapat menopang pengetahuannya di sekolah.
Dengan demikian, dari beberapa manfaat handphone untuk pelajar yang
dipaparkan diatas, dapat disimpulkan
bahwa penggunaan handphone sudah sepatutnya diperbolehkan dalam proses belajar
mengajar di sekolah, mengingat banyak sekali manfaat dari handphone itu sendiri
bagi kalangan pelajar, bila digunakan secara tepat dan benar.
Karangan Argumentasi
UN Dengan Dampak Negatifnya
Sudah kita
ketahui bersama bahwa setiap tahunnya Kemendikbud selalu mengadakan ujian
nasional dimulai dari tingkat sekolah dasar ( SD ) sampai dengan tingkat
sekolah menengah atas ( SMA ). Tentunya ujian nasional atau sering disingkat
dengan UN adalah kalimat yang sangat
tidak asing lagi di telinga kalangan pelajar. Namun, walaupun UN sangat akrab
bagi kalangan pelajar , tentu saja UN adalah salah satu ujian yang selalu
mnimbulkan rasa khawatir serta cemas bagi setiap siswa yang akan menghadapinya,
terutama bagi pelajar SMA. Rasa khawatir
dan cemas inilah yang nantinya memicu
setiap siswa untuk melakukan berbagai tindak kecurangan demi berhasil dalam
melaksanakan UN. Salah satu tindak
kecurangan yang sering dilakukan para siswa setiap akan menghadapi UN ialah
dengan membeli kunci jawaban UN. Transaksi jual beli kunci jawaban UN tentunya
bukan hal yang asing lagi bagi kalangan pelajar. Namun sayangnya, gencarnya hal tersebut hanya direspons dengan
penyangkalan-penyangkalan oleh pihak Kemendikbud. Siswa tentu tahu persis dari
mana mereka mendapatkan kunci jawaban UN tersebut.
Selain menimbulkan rasa khawatir dan menumbuhkan perilaku tidak jujur, ternyata
ujian nasional juga menjadi penghambat bagi siswa untuk berfikir kritis.
Bagaimana tidak, hal ini bisa dibuktikan dengan adanya berbagai “ ritual ” yang dilakukan oleh pihak
sekolah sebelum UN dilaksanakan. Misalnya saja Pedalaman Materi ( PM ) yang dilakukan setiap pulang
sekolah dan juga sejumlah Uji Coba ( Try Out ) dengan tingkat kesusahan yang
terkadang di luar kemampuan siswa.
Bahkan, Guru yang mengajar mata pelajaran yang diujikan cenderung
fokus pada bagaimana membuat siswa terbiasa menjawab soal-soal daripada
memproses kemampuan berfikirnya. Proses belajar-mengajar sering kali tersulap menjadi sekadar
berlatih soal-soal yang akan keluar dalam tes-tes di sekolah. Hal ini
menjadikan kemampuan berpikir siswa hanya terlatih pada kemampuan berpikir
tingkat rendah, yaitu menghafal dan menjawab pertanyaan. Dengan demikian,
kesempatan siswa untuk berlatih berpikir kritis relatif terbatas.
Dari
paparan diatas jelaslah bahwa peran UN dalam menguji pemahaman siswa atas
materi yang sudah dipelajari selama di bangku
sekolah justru cenderung menimbulkan berbagai dampak negatif, diantaranya yang
sudah dijelaskan diatas, yaitu menimbulkan rasa khawatir dan cemas, menumbuhkan
perilaku tidak jujur serta penghambat bagi siswa untuk berfikir kritis. Dengan
demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa penghapusan ujian nasional perlu
dilakukan dalam sistem pendidikan di Indonesia dan pemerintah harus secepatnya
fokus dalam membenahi standar pendidikan nasional
sebagai upaya nyata perbaikan kualitas generasi bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar