Selasa, 18 November 2014

Contoh Karangan Teks Eksposisi Dan Argumentasi

Karangan Teks Eksposisi
Manfaat Handphone Untuk Pelajar
Kemajuan teknologi komunikasi telah banyak memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. Salah bukti kemajuan teknologi komunikasi adalah dengan diciptakannya benda bernama Handphone. Handphone sendiri adalah sebuah teknologi yang diciptakan oleh manusia untuk mempermudah komunikasi. Dan di zaman serba teknologi seperti sekarang ini, handphone atau ponsel bukanlah barang asing bagi siapapun. Bahkan, anak-anak kecil pun sudah banyak yang bermain dengan handphone. Terlebih lagi, di kurikulum 2013 seperti saat ini, handphone adalah benda yang cukup berperan penting dalam proses belajar bagi para siswa. Berikut ini beberapa manfaat handphone bagi pelajar :
  • Sebagai alat komunikasi jarak jauh, handphone menjadi andalan siswa untuk berinteraksi dengan teman-temannya. Hal ini bisa mempermudah siswa untuk mengkoordinasi teman-temannya bila ingin belajar kelompok atau mengerjakan tugas bersama. Handphone diciptakan untuk memudahkan kehidupan, dan sudah terbukti bahwa hidup siswa pun memang cukup terbantu oleh keberadaan handphone. Misalnya, di luar jam sekolah, siswa bisa berkomunikasi dengan temannya untuk menanyakan materi tugas atau PR tanpa harus keluar rumah yang bisa menghabiskan banyak waktu. Selain itu, Handphone bisa menyimpan suatu data dan mudah dibawa kemana-mana, ini tentu sangat berguna. Manfaat handphone bagi siswa berdasarkan hal ini misalnya siswa bisa mencatat materi pelajaran dan bisa menghapalnya di mana pun dan kapan pun. Contoh lain, siswa bisa mencatat beberapa informasi penting dan menyimpannya dalam HP, misal pengumuman ujian, suatu materi yang sedang disampaikan.
  • Tidak hanya dalam bidang pelajaran, handphone juga memiliki fitur-fitur hiburan, seperti musik (MP3) atau game. Fitur ini bisa menghibur para siswa yang mungkin penat saat belajar. Dengan demikian otak siswa akan kembali segar dan mampu menampung materi pelajaran dengan baik.
  • Saat ini telah banyak diproduksi handphone berfitur internet. Hal ini cukup memudahkan para siswa untuk mencari informasi tentang materi pelajaran lewat internet yang sudah tersedia di handphone.  Dalam hal ini, layanan internet akan membantu siswa dalam menemukan informasi yang dapat menopang pengetahuannya di sekolah.
Dengan demikian, dari beberapa manfaat handphone untuk pelajar yang dipaparkan diatas,  dapat disimpulkan bahwa penggunaan handphone sudah sepatutnya diperbolehkan dalam proses belajar mengajar di sekolah, mengingat banyak sekali manfaat dari handphone itu sendiri bagi kalangan pelajar, bila digunakan secara tepat dan benar.





Karangan Argumentasi
UN Dengan Dampak Negatifnya
                Sudah kita ketahui bersama bahwa setiap tahunnya Kemendikbud selalu mengadakan ujian nasional dimulai dari tingkat sekolah dasar ( SD ) sampai dengan tingkat sekolah menengah atas ( SMA ). Tentunya ujian nasional atau sering disingkat dengan UN adalah kalimat yang  sangat tidak asing lagi di telinga kalangan pelajar. Namun, walaupun UN sangat akrab bagi kalangan pelajar , tentu saja UN adalah salah satu ujian yang selalu mnimbulkan rasa khawatir serta cemas bagi setiap siswa yang akan menghadapinya, terutama bagi pelajar SMA.  Rasa khawatir dan cemas inilah yang nantinya  memicu setiap siswa untuk melakukan berbagai tindak kecurangan demi berhasil dalam melaksanakan UN. Salah satu  tindak kecurangan yang sering dilakukan para siswa setiap akan menghadapi UN ialah dengan membeli kunci jawaban UN. Transaksi jual beli kunci jawaban UN tentunya bukan hal yang asing lagi bagi kalangan pelajar. Namun sayangnya, gencarnya hal tersebut hanya direspons dengan penyangkalan-penyangkalan oleh pihak Kemendikbud. Siswa tentu tahu persis dari mana mereka mendapatkan kunci jawaban UN tersebut. Selain menimbulkan rasa khawatir dan menumbuhkan perilaku tidak jujur, ternyata ujian nasional juga menjadi penghambat bagi siswa untuk berfikir kritis. Bagaimana tidak, hal ini bisa dibuktikan dengan adanya berbagai “ ritual ” yang dilakukan oleh pihak sekolah sebelum UN dilaksanakan. Misalnya saja Pedalaman Materi ( PM ) yang dilakukan setiap pulang sekolah dan juga sejumlah Uji Coba ( Try Out ) dengan tingkat kesusahan yang terkadang di luar kemampuan siswa.  Bahkan, Guru yang mengajar mata pelajaran yang diujikan cenderung fokus pada bagaimana membuat siswa terbiasa menjawab soal-soal daripada memproses kemampuan berfikirnya. Proses belajar-mengajar sering kali tersulap menjadi sekadar berlatih soal-soal yang akan keluar dalam tes-­tes di sekolah.  Hal ini menjadikan kemampuan berpikir siswa hanya terlatih pada kemampuan berpikir tingkat rendah, yaitu menghafal dan menjawab pertanyaan. Dengan demikian, kesempatan siswa untuk berlatih berpikir kritis relatif terbatas.
            Dari paparan diatas jelaslah bahwa peran UN dalam menguji pemahaman siswa atas materi yang sudah dipelajari selama di bangku sekolah justru cenderung menimbulkan berbagai dampak negatif, diantaranya yang sudah dijelaskan diatas, yaitu menimbulkan rasa khawatir dan cemas, menumbuhkan perilaku tidak jujur serta penghambat bagi siswa untuk berfikir kritis. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan bahwa penghapusan ujian nasional perlu dilakukan dalam sistem pendidikan di Indonesia dan pemerintah harus secepatnya fokus  dalam membenahi standar pendidikan nasional sebagai upaya nyata perbaikan kualitas generasi bangsa.


Kamis, 13 November 2014

Tentang aku




Bulan enggan tuk merayu

Kerlipan bintang tak lagi ayu

Malam makin pekat

Hembusan angin menunjukkan arogansinya

Dingin, sunyi, sepi

Melodi sendu telah ku lantunkan

Namun semua acuh, angkuh

Ini bukan tumpukan kata yang hanya berhias majas ataupun diksi

Bukan fantasi yang berlandaskan intuisi

Tapi ini hanya tentang aku

Aku  tersesat dan buta akan arah

Aku lelah mencari celah

Aku hancur lebur dan tercerai berai

  Aku terdampar di sebuah kotak yang sudutnya teramat asing untukku

Mauku melangkah namun lemah selalu mengiringi

Meronta pun engkau masih segan tuk menoleh

Ah . . haruskah ku meradang hanya untuk  dapat belai kasihmu?




Sabtu, 01 November 2014

Pujaan Hatiku



            Entah datangnya darimana, aku pun tak tahu. Ataukah hanya berlandaskan ketampanan wajahmu, aku pun juga tak begitu paham, tapi yang jelas perasaan itu datang tanpa permisi dan tumbuh dengan sangat cepat. Kusadari perasaan ini perlahan mulai meruntuhkan bagian angkuh dari diriku dan mulai mencoba tuk menyentuh bagian kosong di hati ini. Entah mengapa segala tentangmu perlahan mulai menggerogoti sebagian dari otakku, pesonamu benar-benar bagai virus yang terus membius otakku. Bahkan kini namamu mulai hadir dalam setiap doaku.

            Kalau boleh jujur, struktur wajahmu memang benar-benar kukagumi. Mulai dari alismu yang tebal, hidungmu yang mancung, merahnya bibirmu, sorot matamu yang tajam, dan semua dari wajahmu itu bisa dikatakan hampir mendekati kata sempurna. Berlebihan kah aku, bila ku deskripsikan wajahmu seperti itu? Kurasa tidak, aku sangat yakin gadis lain di luar sana akan berpendapat sama denganku bila kutanya mengenai wajahmu.  Ah... asal kau tahu saja betapa seringnya aku menyanjungimu, mengagumi serta memujimu, dan tentunya kau tak kan pernah tau tentang itu.

            Ah.. Seringkali aku bertanya apakah wanita sebiasa diriku bisa bersanding dengan pria seperti dirimu, paling tidak hanya untuk sekedar  berbincang saja. Ah, nampaknya itu hanya sebatas angan. Iya kau dengan aku hanyalah bunga tidur yang menemani tidur lelapku


            Dalam dinginnya malam ku tulis ini untukmu, dan ku persembahkan untaian kata ini hanya untukmu, untuk pujaan hatiku.

Minggu, 19 Oktober 2014

Komitmen Untuk Tetap Menulis


                Menulis adalah suatu kegiatan merangkai huruf dan menjelmanya menjadi sebuah rangkaian kata. Dengan menulis seseorang bisa mendeskripsikan masalahnya yang mungkin mungkin tidak bisa diceritakan kepada orang lain. Menulis juga dapat digunakan untuk menuangkan ide-ide kreatif yang tertumpuk di otak kita . Banyak sekali manfaat yang bisa kita rasakan dari kegiatan menulis, baik secara fisik maupun rohani.  Namun, pada sejatinya manfaat itu bisa dirasakan tergantung pada tujuan seseorang menulis. Jika  tujuan seseorang menulis hanya untuk mendapatkan honor atau imbalan, maka manfaat yang akan dirasakan yaitu mendapat sejumlah uang, tetapi jika tujuan seseorang menulis adalah hanya sekedar untuk hobi, maka jelas manfaat yang bisa dirasakan adalah kepuasan batin. Begitu pula sebaliknya dengan saya,  awalnya tujuan saya menulis hanya  untuk sekedar  mengisi waktu luang saja, namun seiring bergulirnya waktu tujuan saya menulis tidak lagi hanya sekedar untuk mengisi waktu, melainkan untuk mewujudkan mimpi saya. Tujuan ini membuat saya termotivasi untuk giat dalam mengikuti berbagai lomba yang berhubungan dengan merangkai kata, namun kendala yang sering saya hadapi ketika mengikuti lomba menulis adalah menghadapi rasa malas saya ketika hendak ingin menulis. Rasa malas tersebut datang secara tiba-tiba tanpa saya tahu penyebabnya apa, namun mengingat menjadi penulis adalah impian saya, rasa malas itu perlahan mulai terkikis dan saya berkomitmen untuk tetap menulis sekalipun saya mengalami kegagalan berulangkali. Saya yakin kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, justru dari kegagalan lah kita banyak belajar. Sebagai contoh, banyak penulis-penulis best seller berawal  dari kegagalan. Misalnya saja yang paling fenomenal adalah serial novel Harry Potter karya JK Rowling. Novel Harry Potter yang saat ini menjadi salah satu novel sepanjang masa pernah ditolak oleh 14 penerbit yang berbeda, namun semangat Rowling tak pernah padam, ia terus berusaha mengirimkan  naskahnya ke berbagai penerbit hingga pada akhirnya novel Harry Potter menjadi buku paling laris dan menjadikan Rowling kaya raya. Tidak hanya Rowling yang berawal dari kegagalan, penulis lainnya yang juga fenomenal  seperti Kathryn Stockett dengan novelnya yang berjudul The Help pernah sempat ditolak hingga 60 kali, sebelum akhirnya diterbitkan dan menjadi best seller.
                Dari kisah penolakan yang dialami oleh dua penulis sukses diatas, jelaslah bahwa menulis membutuhkan sebuah komitmen. Arti dari komitmen sendiri ialah kesediaan diri untuk memegang teguh visi, misi, serta kemauan untuk menyerahkan seluruh usaha dalam melaksankan tugas. Jadi, bila ingin tulisan atau karya kita diterbitkan dan menjadi sebuah buku best seller, yang perlu kita lakukan hanyalah berkomitmen untuk tetap menulis, dan salah satu cara yang bisa dilakukan untuk tetp berkomitmen menulis yaitu dengan cara menerbitkan tulisan kita secara self publishing. Salah satu penerbit indie yang mau menerbitkan tulisan-tulisan kita adalah penulis Rasibook yang  dapat diakses melalui http://www.rasibook.com/p/tentang-kami.html
                Ingatlah bahwa sebuah mimpi akan hanya menjadi bunga tidur bila kita tidak berusaha untuk mewujudkannya . Kejarlah mimpimu walau perjalanan untuk menuju mimpi itu sangat melelahkan, namun percayalah bahwa kelak kita akan sampai pada tujuan tersebut. Semua hanya butuh waktu, karena yang perlu kamu lakukan hanyalah berani untuk memulai dan yakinlah bahwa mimpi yang kita perjuangkan tidak akan pernah sia-sia.

Di ikutkan dalam lomba artikel rasibook
Info lebih lanjut klik disini :