Seperti remaja lainnya, Sisi juga ingin merasakan liburan bersama
pacarnya dan juga teman-temannya. Namun sayang, keinginannya tersebut ditentang
oleh kedua orang tuanya, terutama oleh Mamanya. Hingga pada akhirnya Sisi pun
berdebat dengan Mamanya, namun tetap saja perdebatan tersebut tidak membuat
Sisi diperbolehkan untuk liburan ke puncak bersama pacarnya dan juga
teman-temannya. Namun takdir seakan memihak keinginan Sisi, keesokan harinya
kedua orang tua Sisi pergi untuk menjenguk bibinya, sebenarnya Sisi diajak
untuk ikut bersama, namun Sisi menolaknya dengan cara berpura-pura sakit. Tentu
dengan kepergian orang tuanya itu, Sisi jadi lebih mudah untuk kabur dari
rumah, terlebih lagi Pak Tono, sopir Sisi tidak mengantar ke dua orangtuanya ke
rumah bibinya itu. Dengan perasaan yang sangat gembira, Sisi pun menghampiri
Pak Tono.
“ Pak Tono, sekarang cepetan Pak Tono anterin saya ke rumahnya
Reza “ , pinta Sisi kepada Pak Tono yang dari tadi sedang asyik meminum kopi. “
Sip non “ , jawab Pak Tono tanpa banyak bertanya.
Akhirnya Sisi pun menuju ke rumah
pacarnya, yaitu Reza. Namun sayang, kemacetan seakan melanda perjalanan Sisi,
dan tentu kemacetan ini membuat hati Sisi dilanda resah dan gelisah, namun
perasaan yang melanda hati Sisi tersebut tidak berlangsung lama, perasaan Sisi tiba-tiba
berganti dengan perasaan iba, ketika Sisi melihat di balik jendela ada seorang
ibu-ibu di dalam bajaj yang sepertinya ingin melahirkan. Dan tanpa bicara
sepatah kata pun, Sisi langsung keluar dari mobilnya untuk melihat keadaan yang
sebenarnya.
“ Bang, ibu-ibu yang di dalam, mau
melahirkan ya? ” , tanya Sisi kepada sopir bajaj tersebut. “ Iya neng, ibu-ibu
yang di dalem emang mau melahirkan “ , jawab sopir bajaj tersebut dengan wajah
yang panik. “ Ya ampun kasian banget, sih..“ , ujar Sisi dengan wajah yang prihatin. “
Lho.. non Sisi kog malah disini, ayo non kita balik lagi ke mobil “ , ajak Pak
Tono. “ Aduh pak, masa bapak gag ngeliat sih, kan di dalem ada ibu-ibu yang
lagi pengen melahirkan, masa kita diem aja sih, kita tuh harus ngebawa ibu-ibu
ini ke rumah sakit “ , ujar Sisi kepada
Pak Tono. “ Iya juga sih, tapi caranya gimana non, kan jalanan macet? “ , tanya
Pak Tono.
Mendengar pertanyaan Pak Tono, Sisi
pun terdiam, seakan tak bisa menjawab pertanyaan pak Tono, namun Sisi tak
kehilangan akal, Sisi tiba-tiba mendapat ide.
“ Ehm.. gini aja, gimana kalo Pak Tono gendong
Ibu-ibu ini sampai ke depan sambil ikutin jalan aku “ , ujar Sisi memberi ide. “
Iya…iya non, tapi mobilnya gimana non?“ , tanya Pak Tono kembali. “ Aduh.. udah biarin aja mobilnya dititipin
sama abang bajaj “ , ujar Sisi tanpa berfikr terlebih dahulu.
Tanpa banyak bicara, Pak Tono
mengikuti perintah Sisi dan meninggalkan sopir bajaj tersebut , namun setibanya
mereka di depan, betapa kagetnya Sisi ketika melihat angkutan metromini yang
ternyata menjadi penyebab kemacetan. Dan tanpa basa basi, Sisi pun langsung menendang metromini tersebut dengan
kakinya, dan tentu saja hal ini membuat amarah sopir metromini tersebut meluap.
“ Hei kau, kenapa pula kau
tendang-tendang metro ku ini “ , ujar
sopir metromini tersebut dengan logat bataknya. “ Lagian dari tadi gag
jalan-jalan, gag tau apa kalo dibelakang ada ibu-ibu yang lagi melahirkan! “ ,
ujar Sisi dengan suara yang lantang. “ Lantas urusan dengan ku apa? Memang aku
yang bikin wanita itu hamil?“ , ujar kembali sopir metro tersebut. “ Aduh….
Sakit… “ ujar ibu-ibu hamil tersebut merintih kesakitan. “ Aduh gimana nih,
sabar ya bu.. sabar ” , ujar Sisi dengan wajah panik. “ Ya udah non, daripada kelamaan mendingan
kita bawa ibu-ibu ini ke metro ini aja, mumpung metro ini lagi kosong “ , ujar
Pak Tono yang masih menggendong Ibu-ibu tersebut.
Ahirnya Sisi dan Pak Tono pun membawa
ibu-ibu hamil tersebut ke dalam metromini yang tadi ditendang oleh Sisi.
Sebenarnya Sopir tersebut mengusir mereka, namun dengan paksaan Sisi akhirnya
hati sopir metromini tersebut luluh juga. Dan dalam perjalanan mereka menuju
rumah sakit, tiba-tiba saja Reza menelfon Sisi.
“ Sayang kamu lagi dimana sih, kog
kedengerannya rame banget sih disitu? kamu jadi kan ke rumah aku “ , tanya
Reza. “ Aduh maaf ya sayang, aku kayagnya gag jadi liburan ke pucak deh,
soalnya aku lagi dalam keadaan gawat darurat nih “ , jawab Sisi. “ Gawat darurat
apaan ? ” , tanya Reza kembali. “ Iya soalnya aku lagi lahiran “ , ujar Sisi. “HAAA?
LAHIRAN ? SAMA SIAPA ?” , ujar Reza dengan sangat kagetnya. “ Eh.. salah-salah maksud aku.. “
Gubrak…
Belum sempat Sisi mempebaiki
kalimatnya, tiba-tiba saja hand phone Sisi jatuh ke bawah, lantaran sopir
metromini tersebut mengemudi dengan sangat cepat. Namun ketika Sisi hendak
mengambil handphonennya, sisi melihat darah
mengucur di kaki ibu-ibu hamil tersebut, tentu hal ini membuat Sisi
terheran-heran, hingga akhirnya Sisi pun bertanya kepada ibu-ibu hamil tersebut.
“ Bu, kog tadi saya ngeliat darah
ngalir di kaki ibu sih, ibu dateng bulan ya? “ , tanya Sisi polos. “ Wah non
Sisi, itu sih namanya bukan dateng bulan, tapi itu namanya pendarahan non Sisi “
, jawab Pak Tono menjelaskan. “ Aduh..dek..aduh.. sakit “ , ujar kembali
Ibu-ibu tersebut. “ APA ? PENDARAHAN ?? adduh… gimana nih, bu sabar ya bu..
tarik nafas yang dalem-dalem terus
keluarin, woi bang cepetan dong nyetirnya! “ , ujar Sisi dengan wajah yang
panik.
Dan tiba-tiba saja kepanikan Sisi pun
terhenti , lantaran tiba-tiba saja Sopir metromini tersebut mengerem secara
mendadak.
“ Aduh..bang kalo ngerem itu
pelan-pelan dong, gag liat apa ada ibu-ibu hamil nih “ , ujar Sisi marah. “ Kau
ini bagaimana sih? kita sudah sampai ini di rumah sakit “ , jawab sopir
metromini tersebut. “ Hah? udah nyampe ya, yaudah kalo gitu cepetan Pak Tono
bawa Ibu ini ke dalam “ , ujar Sisi memberi perintah kepada Pak Tono.
Dan tanpa banyak bicara, akhirnya Pak
Tono membawa Ibu-ibu hamil tersebut ke dalam rumah sakit yang diikuti oleh Sisi.
Untung saja, saat mereka di dalam, mereka langsung bertemu dengan seorang
dokter yang menangani tentang kehamilan, jadi ibu-ibu hamil tersebut langsung
dibawa ke ruang bersalin. Selama 1 jam lebih, Sisi dan pak Tono menunggu, dan
tentu hal ini membuat mereka dihantui perasaan cemas, namun perasaan cemas
tersebut tiba-tiba berganti dengan perasaan haru, ketika mereka mendengar suara
tangisan bayi dari dalam ruang bersalin, dan kebahagiaan mereka pun diikuti oleh ucapan
teirma kasih dari ibu-ibu yang tadi.
“ Dek dan juga pak sopir, Ibu sangat
berterima kasih sekali karena kalian sudah mau mengantar Ibu sampai kesini “ ,
ujar Ibu-ibu tersebut sambil menggenggam tangan Sisi. “ Sama-sama bu, oh..ya
Ibu juga gag usah khawatir soal biaya
persalinannya, pokoknya semua biaya persalinan Ibu biar saya yang tanggung “ ,
jawab Sisi. “ Ya ampun dek, makasih sekali ya dek, saya doakan semoga adek
selalu diberi kesehatan oleh Gusti Allah “ , ujar kembali ibu-ibu tersebut. “
Amin.. oh, ya kalo gitu saya pamit pulang dulu ya, soalnya udah mau malem “ ,
jawab Sisi mengakhiri percakapan.
Setelah Sisi dan pak Tono pamit pergi,
akhirnya mereka pun pulang ke rumah dengan menggunakan taksi. Sepanjang
perjalanan, Sisi mulai mengerti bahwa liburan bukan hanya sekedar
bersenang-senang dengan pacar atu teman, melainkan menolong orang juga berarti
liburan, dan ini bukan liburan biasa bagi Sisi, ini adalah sebuah liburan yang
menyenangkan baginya. Namun saat Sisi sampai di rumah, Sisi pun langsung
disambut dengan sejuta pertanyaan dari kedua orangtua Sisi, lantaran orang tua
Sisi sangat cemas karena anak satu-satunya itu tidak pulang ke rumah dari tadi
pagi. Akhirnya Sisi pun menjelaskan semuanya kepada Mama dan Papanya, dan orang
tua Sisi pun sangat bangga terhadap Sisi setelah mereka mendengar semua
kejadian yang telah dialami oleh Sisi hari ini.
“ Mama sangat bangga sama kamu Si,
tapi ngomong-ngomong kog kamu pulangnya pake taksi sih, bukannya tadi kamu bilang
berangkatnya pake mobil ya? terus sekarang kog mamah gag liat mobilnya sih? “ ,
tanya Mama penasaran. “ Ehm.. maaf
ya Ma, mobilnya tadi aku titipin ke sopir bajaj “ , ujar Sisi dengan suara
pelan.
“ Sisiiiii………. !!! “ teriak mama
Tamat
8 komentar:
artikelnya luar biasa gan salam kenal
http://opsguguskarangbaru.blogspot.com/
makasih ya :) salam kenal juga :)
Wahh keren nih wkwk lucu pas baca endingnya :D
whaha makasih ya :)
blog nya menarik
supaya rapi pada tampilan home
coba di break page aja biar rapi
ditunggu kunjungan balik nya di http://adf.ly/Y3SYt
thanks ya atas sarannya :)
Nola ^_^
gimana schoolnya nih?
minta kritik & saran dong buat BLOG gwa
sib-otaku.blogspot.com
alhamdulillah lancar din :) lu sendiri sekolah dimana?
Posting Komentar