Perlahan-lahan derita ku kini mulai memudar, satu per satu duri di hatiku kini juga sudah mulai terjatuh, bahkan sinar kelam yang selalu menghiasi hidupku kini juga sudah berganti dengan sinar kebahagiaan. Yah, kebahagian yang telah kau buat akhir-akhir ini, seolah-seolah mengembalikan senyumku yang telah lama hilang, bahkan jiwa yang sudah lama layu ini, seakan terasa hidup kembali semenjak hadirnya dirimu disini. Ambisiku untuk memiliki dia, seakan terhenti ketika melihat senyummu yang seperti bunga di musim semi, dan kalau boleh jujur, kala aku melihat kedua bola matamu seolah aku juga melihat berjuta warna pelangi disana, terlebih lagi ketika kau mulai bersuara, seakan aku mendengar alunan symphony cinta yang membuat detak jantungku juga ikut bersenandung mengikuti alunan symphony cinta yang kau buat.
Namun perasaan yang kian melanda hatiku, justru membuatku takut kehilangan dirimu, aku takut kau akan menusukkan duri di hatiku, padahal kau tahu, kalau akan sangat sakit untukku, bila aku harus mencabutnya sendiri, tapi jauh di lubuk hati biruku, aku percaya bila semua itu hanya ketakutan bodoh yang terlintas di otakku saja.
Kini, perasaan tersebut sudah terajut menjadi sebuah cinta, dan tentu saja takkan kubiarkan rajutan cinta itu tercabik seperti rajutan cintaku yang terdahulu, aku akan terus menjaganya dengan segenap hatiku, agar rajutan cinta ini tetap indah dan akan semakin indah bila kita sama-sama menjaganya.
2 komentar:
mnarik untuk dibaca
http://opsguguskarangbaru.blogspot.com/
Makasih ya :)
Posting Komentar