Hidupku
kian lama semakin indah semenjak dirimu bertatahta di kalbuku. Yah, kau sudah
terlanjur menjadi dewa di taman hatiku dan juga sudah berhasil menjadikan aku
ratu di hatimu, namun sayang hal itu berubah ketika kau lepaskan genggamanku.
Kau lepaskan genggamanku hanya untuk mengejar ambisimu, dan ambisimu itu seolah
menaburkan misteri dalam hidupku, namun
misteri yang kau taburkan itu kian lama berubah menjadi sebuah panah yang
menusuk kalbuku. Dan tahukah kau, semenjak kau pergi untuk melintasi
mimpi-mimpimu, hidupku kini bagaikan malam tanpa bintang, bahkan bulan nan
genit pun juga sudah enggan tersenyum padaku, kala ku tatap dia seorang diri.
Sebenarnya
aku tak sanggup mengarungi hidup tanpa dirimu, aku rapuh tanpamu, namun kenangan saat kita bersama-sama
tersenyum melihat dunia, hanya itulah yang mampu membuat aku sanggup bertahan
melewati sepinya hariku, namun kenangan itu tetap tak mampu meredam kepedihan
hatiku.
Ah…
kau terlanjur membuat aku terjebak dalam ruang rindu. Namun jauh di lubuk
hatiku, sebenarnya aku masih tak mengerti alasan mengapa kau
sangat berambisi untuk meraih mimpi-mimpimu itu, apakah karena aku bukan
mimpimu, hingga kau sangat bergairah mengejar impianmu itu. Ah, sudahlah
mungkin itu hanya kekhwatiran ku saja, aku sangat yakin kenangan kita akan membuat kau
kembali padaku.
2 komentar:
Kerrennn :) lanjutkan menuliss :) salam kenal :)
whaha makasih ya :) salam kenal juga :)
Posting Komentar