Kamis, 20 Februari 2014

Kesekian Kalinya Hatiku Bersuara


Hidupku kian lama semakin indah semenjak dirimu bertatahta di kalbuku. Yah, kau sudah terlanjur menjadi dewa di taman hatiku dan juga sudah berhasil menjadikan aku ratu di hatimu, namun sayang hal itu berubah ketika kau lepaskan genggamanku. Kau lepaskan genggamanku hanya untuk mengejar ambisimu, dan ambisimu itu seolah menaburkan  misteri dalam hidupku, namun misteri yang kau taburkan itu kian lama berubah menjadi sebuah panah yang menusuk kalbuku. Dan tahukah kau, semenjak kau pergi untuk melintasi mimpi-mimpimu, hidupku kini bagaikan malam tanpa bintang, bahkan bulan nan genit pun juga sudah enggan tersenyum padaku, kala ku tatap  dia seorang diri.
Sebenarnya aku tak sanggup mengarungi hidup tanpa dirimu, aku rapuh tanpamu,  namun kenangan saat kita bersama-sama tersenyum melihat dunia, hanya itulah yang mampu membuat aku sanggup bertahan melewati sepinya hariku, namun kenangan itu tetap tak mampu meredam kepedihan hatiku.
Ah… kau terlanjur membuat aku terjebak dalam ruang rindu. Namun jauh di lubuk hatiku,  sebenarnya  aku masih tak mengerti alasan mengapa kau sangat berambisi untuk meraih mimpi-mimpimu itu, apakah karena aku bukan mimpimu, hingga kau sangat bergairah mengejar impianmu itu. Ah, sudahlah mungkin itu hanya kekhwatiran ku saja,   aku  sangat yakin kenangan kita akan membuat kau kembali padaku.

2 komentar:

Unknown mengatakan...

Kerrennn :) lanjutkan menuliss :) salam kenal :)

Unknown mengatakan...

whaha makasih ya :) salam kenal juga :)